Mengelola keuangan pribadi sebenarnya terdengar sederhana.
Catat pemasukan, catat pengeluaran, lalu lihat berapa uang yang tersisa.
Tapi dalam praktiknya, saya sendiri sering merasa proses tersebut cukup merepotkan.
Awalnya, saya hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara manual melalui HP. Setiap ada transaksi, saya tulis sendiri. Setelah beberapa hari, catatan tersebut kemudian saya rekap kembali ke spreadsheet supaya bisa melihat kondisi keuangan secara lebih rapi.
Cara ini memang bisa dilakukan.
Namun, lama-lama terasa ribet.
Apalagi ketika transaksi sedang banyak. Ada pengeluaran kecil yang lupa dicatat. Ada juga kondisi ketika saya sedang sibuk sehingga baru ingat beberapa hari kemudian bahwa ada transaksi yang belum masuk ke catatan.
Akhirnya, saya mulai berpikir:
“Kenapa nggak bikin web app sendiri saja?”
Dari pemikiran sederhana itulah kemudian lahir Catatin Wan.
Berawal dari Kebutuhan Pribadi
Catatin Wan sebenarnya tidak dimulai dari ide untuk membuat sebuah produk besar.
Semuanya berawal dari kebutuhan yang cukup sederhana: saya ingin punya cara yang lebih praktis untuk mencatat keuangan pribadi.
Saya ingin bisa mencatat transaksi kapan saja tanpa harus membuka spreadsheet.
Saya juga ingin setiap transaksi bisa dikelompokkan berdasarkan kategori dan sumber dana, sehingga kondisi keuangan bisa lebih mudah dipahami.
Karena saya sudah memiliki pengalaman membuat website portofolio dengan bantuan AI, saya kemudian mencoba menerapkan pengalaman tersebut ke proyek yang satu ini.
Bedanya, kali ini saya tidak hanya membuat website yang berisi informasi.
Saya mencoba membuat sebuah web app yang benar-benar bisa digunakan.
Dari Ide Sederhana Menjadi Web App
Salah satu hal yang menarik dari proyek ini adalah bagaimana sebuah masalah kecil bisa berkembang menjadi sebuah aplikasi.
Awalnya mungkin hanya:
“Saya butuh tempat untuk mencatat pengeluaran.”
Kemudian berkembang menjadi:
Bagaimana kalau ada beberapa dompet atau akun?
Bagaimana kalau transaksi bisa dikategorikan?
Bagaimana kalau saya ingin melihat rekap bulanan?
Bagaimana kalau saya lupa mencatat transaksi dan hanya punya foto struk?
Bagaimana kalau saya ingin membagi tagihan dengan teman?
Bagaimana kalau aplikasi bisa membantu membaca transaksi secara otomatis?
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, fitur Catatin Wan kemudian berkembang sedikit demi sedikit.
Saya tidak membuat semuanya sekaligus.
Saya mulai dari kebutuhan paling dasar, kemudian menambahkan fitur berdasarkan masalah yang saya temukan selama menggunakan dan mengembangkan aplikasi.
Fitur yang Sudah Ada di Catatin Wan
Saat ini, Catatin Wan sudah memiliki beberapa fitur yang menurut saya cukup membantu untuk pengelolaan keuangan sehari-hari.
Pencatatan Transaksi
Fitur paling dasar tentu saja adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Setiap transaksi bisa dimasukkan berdasarkan kategori dan dompet atau akun yang digunakan.
Dengan begitu, saya tidak hanya bisa mengetahui berapa banyak uang yang keluar, tetapi juga bisa melihat uang tersebut berasal dari atau digunakan melalui akun mana.
AI untuk Membantu Mencatat Transaksi
Salah satu fitur yang cukup menarik adalah integrasi AI.
Catatin Wan bisa membantu mendeteksi informasi transaksi secara otomatis dari input yang diberikan.
Misalnya, kamu bisa memasukkan informasi transaksi melalui chat atau menggunakan foto struk. AI kemudian membantu membaca informasi tersebut sehingga proses pencatatan bisa menjadi lebih cepat.
Bagi saya, fitur ini dibuat untuk menjawab masalah yang sebelumnya saya alami sendiri.
Semakin mudah proses mencatat transaksi, semakin kecil kemungkinan kita malas mencatatnya.
Split Bill
Siapa yang sering makan atau nongkrong bareng teman pasti pernah mengalami situasi:
“Oke, sekarang bayarnya berapa?”
Kalau hanya dua orang mungkin masih mudah.
Tapi kalau sudah beberapa orang, pesanan berbeda-beda, ditambah pajak dan service charge, menghitung manual bisa cukup merepotkan.
Karena itu, saya menambahkan fitur Split Bill di Catatin Wan.
Fitur ini membantu membagi tagihan bersama teman tanpa harus menghitung semuanya secara manual.
Termasuk ketika ada pajak dan service charge yang perlu dibagi.
Jadi, setelah makan bersama, proses menghitung tagihan bisa sedikit lebih sederhana.
Insight Bulanan
Mencatat transaksi saja sebenarnya belum cukup.
Kita juga perlu tahu apa yang terjadi dengan uang kita selama satu bulan.
Karena itu, Catatin Wan memiliki fitur Insight Bulanan yang membantu merangkum pemasukan dan pengeluaran secara otomatis.
Dari sini, saya bisa lebih mudah melihat pola pengeluaran dan melakukan evaluasi.
Misalnya, apakah pengeluaran bulan ini lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya? Kategori apa yang paling banyak menghabiskan uang? Apakah pemasukan masih lebih besar daripada pengeluaran?
Hal-hal sederhana seperti ini bisa membantu kita lebih sadar terhadap kondisi keuangan sendiri.
Mode Bank Digital dan Privasi
Untuk tampilan, saya juga mencoba membuat pengalaman menggunakan aplikasi terasa lebih nyaman.
Catatin Wan memiliki Mode Bank Digital dengan tampilan yang terinspirasi dari aplikasi perbankan digital, termasuk dark mode.
Saya juga menambahkan pattern lock sebagai salah satu fitur privasi.
Buat saya, hal ini cukup penting karena aplikasi keuangan menyimpan informasi yang sifatnya pribadi.
Data Keuangan Disimpan di Browser
Ada satu hal yang cukup penting untuk saya jelaskan mengenai cara kerja Catatin Wan.
Data keuangan kamu disimpan langsung di browser menggunakan localStorage.
Artinya, data transaksi yang kamu masukkan tidak dikirim ke server Catatin Wan untuk disimpan di database.
Saya memang sengaja memilih pendekatan ini karena sejak awal saya ingin aplikasi ini bisa digunakan secara sederhana tanpa harus membuat pengguna merasa bahwa data keuangan pribadinya harus dikirim ke server.
Namun, pendekatan ini juga memiliki konsekuensi.
Karena data disimpan secara lokal di browser, pengguna perlu memahami bahwa data tersebut bergantung pada penyimpanan browser yang digunakan. Jadi, saya tetap menyarankan untuk berhati-hati ketika menghapus data browser atau melakukan reset perangkat.
Ini juga menjadi salah satu bagian yang masih ingin terus saya kembangkan ke depannya.
Bagaimana dengan Fitur AI?
Untuk fitur AI, saya mengambil pendekatan yang sedikit berbeda.
Saya tidak ingin seluruh penggunaan AI berada di bawah satu API key milik saya yang kemudian digunakan oleh semua orang.
Karena itu, kalau kamu ingin menggunakan fitur AI di Catatin Wan, kamu perlu memasukkan API key AI milik sendiri, misalnya dari Gemini atau Groq.
Dengan pendekatan ini, penggunaan AI tetap berada di bawah kendali masing-masing pengguna.
Kamu bisa mengatur sendiri penggunaan API tersebut sesuai kebutuhan dan ketentuan layanan dari penyedia AI yang digunakan.
Bagi saya, ini juga menjadi cara yang lebih masuk akal untuk aplikasi personal yang masih dalam tahap pengembangan seperti Catatin Wan.
Dibuat Karena Kebutuhan, Dikembangkan Sambil Belajar
Sama seperti website portofolio yang sebelumnya saya buat, Catatin Wan juga menjadi salah satu proyek yang membuat saya belajar banyak hal.
Saya belajar bukan hanya tentang membuat tampilan website, tetapi juga tentang bagaimana sebuah web app bekerja.
Mulai dari struktur aplikasi, penyimpanan data di browser, pengelolaan transaksi, integrasi AI, sampai bagaimana membuat fitur yang benar-benar bisa digunakan.
Dan tentu saja, AI kembali menjadi salah satu partner utama dalam proses tersebut.
Saya bisa berdiskusi dengan AI mengenai ide fitur, meminta bantuan ketika menemukan bug, mencari alternatif implementasi, sampai melakukan perbaikan pada kode.
Namun seperti pengalaman sebelumnya, AI bukan berarti membuat semuanya menjadi otomatis.
Tetap ada proses mencoba, gagal, memperbaiki, mencoba lagi, dan terkadang harus mencari tahu sendiri ketika solusi yang diberikan belum sesuai.
Justru dari proses tersebut saya merasa kemampuan saya untuk memahami hal-hal teknis sedikit demi sedikit ikut berkembang.
Kenapa Namanya Catatin Wan?
Nama Catatin Wan sendiri saya pilih dengan konsep yang sederhana dan personal.
“Catatin” berasal dari aktivitas utama aplikasi ini, yaitu mencatat.
Sedangkan “Wan” merupakan bagian dari identitas saya.
Saya ingin aplikasinya terasa sederhana, dekat, dan tidak terlalu formal.
Karena mengelola keuangan menurut saya tidak harus selalu terasa rumit.
Yang penting adalah kita mulai mencatat, memahami ke mana uang pergi, kemudian melakukan evaluasi secara rutin.
Catatin Wan Masih Terus Dikembangkan
Catatin Wan saat ini masih jauh dari kata sempurna.
Saya masih terus mengembangkan aplikasi ini sedikit demi sedikit.
Masih ada fitur yang ingin ditambahkan, tampilan yang ingin diperbaiki, dan berbagai kemungkinan lain yang ingin saya coba.
Saya juga masih belajar dari penggunaan aplikasi itu sendiri.
Kalau ada bug, saya perbaiki.
Kalau ada fitur yang terasa kurang nyaman, saya coba evaluasi.
Kalau ada ide baru yang menurut saya menarik, saya coba implementasikan.
Buat saya, Catatin Wan bukan sekadar aplikasi yang sudah jadi lalu selesai.
Saya melihatnya sebagai proyek yang terus berkembang seiring dengan proses belajar saya.
Coba Catatin Wan
Kalau kamu juga pernah merasa ribet mencatat pemasukan dan pengeluaran secara manual, mungkin kamu bisa mencoba Catatin Wan.
Aplikasinya bisa digunakan langsung melalui browser tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
👉 Coba Catatin Wan
Kamu bisa mencoba fitur pencatatan transaksi, mengelola beberapa dompet atau akun, melihat insight bulanan, menggunakan Split Bill, dan mencoba berbagai fitur lainnya.
Kalau ingin menggunakan fitur AI, kamu perlu memasukkan API key Gemini atau Groq milik sendiri.
Dan tentu saja, saya masih sangat terbuka dengan masukan.
Kalau kamu menemukan bug, punya ide fitur, atau merasa ada bagian aplikasi yang bisa dibuat lebih baik, boleh banget kasih tahu saya.
Karena pada akhirnya, Catatin Wan lahir dari masalah sederhana yang saya alami sendiri.
Dari sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran di HP, kemudian direkap manual ke spreadsheet, sampai akhirnya saya mencoba membuat aplikasi keuangan sendiri.
Dan perjalanan Catatin Wan masih belum selesai.
Ini baru awal.
